Menu Tutup

Motorwagen PbSM

Probolinggo, 1927. Foto diambil dari buku Het Indische spoorweg in oorlogstijd karya Jan de Bruin

Dua tahun setelah DSM membeli 3 unit Motorwagen dari pabrikan La Société Anonyme des Usines Renault, PbSM (Probolinggo Stoomtram Maatschappij) membeli 3 unit Motorwagen bermesin bensin dari pabrikan Renault-Scemia.

Tiga unit Motorwagen ini diberi nomor MrBCr 1 – 3. Ketiganya menggunakan mesin bensin dengan transmisi mekanik. Motorwagen ini memiliki bobot 10 ton. Motorwagen ini dipasangkan dengan satu kereta gandengan saat berdinas. Sayangnya, MrBCr 3 hancur dalam kebakaran besar di Depo PbSM di Probolinggo pada 5 Februari 1931. MrBCr 1 sendiri tidak diketahui nasibnya, namun unit ini tidak selamat dari Perang Dunia Kedua.

Hanya tersisa 1 unit Motorwagen yang bertahan hingga Perang Dunia Kedua usai, yakni MrBCr 2. Pada 1938, mesin bensin Renault milik MrBCr 2 diganti dengan mesin diesel buatan Kromhout. Pada 1946, unit ini diambil alih oleh Marinir Belanda, diberi nomor 5004. Dalam penguasaan Marinir Belanda, unit ini berdinas pada 17 Juli 1946 hingga 13 September 1946, menarik KA-KA Marinir Belanda. Pada 13 September 1946, mesin diesel Kromhout unit ini rusak.

Foto diambil dari buku Het Indische spoorweg in oorlogstijd karya Jan de Bruin

Mesin diesel ini ternyata rusak parah dan tidak dapat diperbaiki kembali. Diputuskan untuk mencangkokkan mesin bensin 6 silinder yang diambil dari truk International ke Motorwagen ini. Perbaikan ini memakan waktu lama, baru selesai pada 10 Juli 1947. Setelahnya, unit ini kembali berdinas menarik KA-KA Marinir Belanda.

Setelah Pengakuan Kedaulatan pada 1949, unit ini masih digunakan oleh DKA. Pada 1952, unit ini masih aktif berdinas. Namun, setelahnya riwayat MrBCr 2 hilang. Kemungkinan MrBCr 2 dijadikan kereta biasa yang ditarik lokomotif, sebelum akhirnya ditarik dari peredaran dan dirucat.

1 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Tidak Diperbolehkan Menyalin Isi Laman Ini