Menu Tutup

General Electric Lokomotif Indonesia, yang Terlupakan

Builderplate CC203 40. Foto : Bima Budi Satria

General Electric Lokomotif Indonesia (GELI) adalah perusahaan patungan/joint venture yang didirikan pada 1995. GELI adalah hasil joint venture antara INKA dengan GE, dengan kantor di Jakarta sementara produksi dilakukan di pabrik INKA Madiun.

Iklan General Electric Lokomotif Indonesia pada buku peringatan 51 Tahun Kereta Api Indonesia, koleksi Bpk. Abdullah Widjaja

GELI didirikan pada 5 Oktober 1995 dengan investasi dari General Electric Transportation System sebesar US$ 10 Juta. GELI memiliki kapasitas produksi dua buah lokomotif per bulan, dengan harga per lokomotif Rp. 3,3 Milyar atau US$ 1,4 Juta. GELI berfokus pada pembuatan lokomotif bertekanan gandar ringan (bagi standar GE) untuk kebutuhan dalam negeri maupun luar negeri, dengan proses produksi dimulai sekitar awal 1996.

Pesanan awal yang diterima GELI adalah 15 unit CC203 untuk Perumka dan 8 unit lokomotif sejenis CC203 (GE U20C) untuk ICTSI Filipina.

CC203 pesanan Perumka memiliki kandungan lokal sekitar 20%. GE menyuplai komponen-komponen utama seperti mesin dan generator, sementara berbagai perusahaan lokal menyuplai komponen lainnya. Gear Box dibuat oleh PT Pindad, Engine Cap dibuat oleh INKA, Barata Indonesia menyuplai frame bogie, LEN membuat control compartement, Krakatau Steel menyuplai komponen baja, PT Alkasa membuat jendela, sementara PT Aneka Kimia menyuplai komponen-komponen karet. Balai Yasa Yogyakarta sendiri menyuplai motor traksi.

CC203 13, produk pertama GELI. Foto : Alm. M. V. A Krishnamurti

GELI mampu menyelesaikan 3 unit lokomotif pada Desember 1996. Dua unit, CC203 13 dan 14 adalah pesanan Perumka, sementara satu sisanya pesanan ICTSI Filipina. Ketiganya diresmikan oleh Presiden Soeharto pada Selasa, 17 Desember 1996 dalam sebuah upacara di Gambir. Upacara ini juga merupakan pelepasan ekspor bagi lokomotif pesanan ICTSI.

Kliping koleksi Bpk. Ariawan Sulistya

Sepanjang 1997, GELI mampu memproduksi 16 unit CC203 untuk Perumka, sementara sisa pesanan ICTSI dibatalkan. ICTSI hanya membeli satu unit lokomotif. Perumka sendiri awalnya berniat untuk membeli 40 unit lokomotif, dengan pesanan awal 15 unit dan 25 sisanya menyusul. Namun, realisasinya, Perumka hanya membeli total 25 unit lokomotif. GELI sendiri mendapatkan pesanan 4 unit CC203 dari PT Tanjung Enim Lestari Pulp and Paper sekitar 1999, dimana keempatnya selesai diproduksi tahun 2000. Dua unit terakhir, CC203 40 dan 41 diselesaikan sekitar awal November 2000.

Setelah pesanan PT KA selesai dikerjakan, GELI berhenti berproduksi. GELI berakhir bubar tahun 2002. Sisa-sisa kejayaan GELI masih dapat ditemui di INKA hingga beberapa tahun lalu, dimana lettering PT General Electric Lokomotif Indonesia masih dipasang di salah satu fasilitas produksi, tempat dimana GELI berproduksi dulunya.

Referensi :
​-Perumka Membangun, 51 Tahun Kereta Api Indonesia. 1996

1 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Tidak Diperbolehkan Menyalin Isi Laman Ini