Menu Tutup

Kisah Purbaya

BB 301 05 dengan KA Purbaja I (Surabaya-Purwokerto). Foto : Alm. M.V.A Krishnamurti

Purbaya diluncurkan pada 15 April 1971,melayani rute Purwokerto-Surabaya. Awalnya, Purbaya merupakan KA Kelas 3 Plus yang berbeda dari Kelas 3 biasa. Sebenarnya, masih diperdebatkan apa arti dari nama Purbaya yang dipakai KA ini. Apakah itu merujuk pada nama Pangeran Purbaya, atau pada akronim Purwokerto-Surabaya.

Awalnya, kereta Purbaya dilengkapi dengan speaker dan penumpang mendapat tuslah makan. Selain itu, penumpang juga dilayani oleh pramugari. Livery yang dipakai juga berbeda dengan KA kebanyakan, yaitu kuning-pink, meski ada train set yang menggunakan warna krem-hijau seperti kereta kelas 3 lainnya. Purbaya sempat mengenakan livery biru-putih pada pertengahan 1970an. Purbaya di era 1970an biasa dihela BB301.

Purbaya di daerah Prambanan. Foto : Anonim
Jadwal Purbaya, 1971
KA 28 Purbaja 2 (PWT-SB)
Purwokerto ber. 05.00
Kroja dat. 05. 36, ber. 05.41
​Gombong dat. 06.13, ber. 06.18
Kebumen dat. 06.41, ber. 06.46
Kutoardjo dat. 07.29, ber. 07.34
Jogjakarta dat. 08.59, ber. 09.12
Solo Balapan dat. 10.38, ber. 10.44
Madiun dat. 12.31, ber. 12.38
Surabaja Gubeng dat. 15.21, ber. 15.26
Surabaja dat. 15.32
KA 29 Purbaja 1 (SB-PWT)
Surabaja ber. 09.45
Surabaja Gubeng dat. 09.51, ber. 09.56
Madiun dat. 12.37, ber. 12.45
Solo Balapan dat. 14.32, ber. 14.38
Jogjakarta dat. 15.54, ber. 16.08
Kutoardjo dat. 17.23, ber. 17.29
Kebumen dat. 18.10, ber. 18.13
Gombong dat. 18.36, ber. 18.46
Kroja dat. 19.18, ber. 19.28
​Purwokerto dat. 20.04

 

Purbaya memiliki feeder dengan tujuan Cilacap. Rangkaian Purbaya dipecah/digabung di Kroya. Setiap pagi, 2-3 kereta dari Cilacap digabung dengan rangkaian Purbaya dari Purwokerto, sementara sorenya, 2-3 kereta dipisah dari rangkaian Purbaya untuk melanjutkan perjalanan ke Cilacap.

Purbaya sendiri sempat dihapus sekitar 1978/79, sebagai akibat perpanjangan relasi KA Argopuro. Argopuro yang awalnya melayani rute Yogyakarta-Banyuwangi berubah menjadi Jember-Purwokerto. Namun, sekitar 1982 Purbaya kembali diluncurkan karena permintaan yang tinggi dari konsumen. Purbaya kali ini turun kelas menjadi KA Kelas 3 biasa (yang nama kelasnya kemudian dirubah jadi Ekonomi ditahun 1986). Purbaya di era 80an ditarik oleh BB 200 milik dipo Semarang Poncol yang diasistensikan ke Purwokerto. Penggunaan BB200 juga dimaksudkan untuk mempermudah Balai Yasa Yogyakarta memantau kinerja BB200 hasil repower. Rangkaian Purbaya tidak terlalu panjang.

Stamformasi 1989 :
KA 209 Purbaya (SB-PWT)
KA 210 Purbaya (PWT-SB)
Stamformasi : 5 K3 + KM3 + BP
KA 209 Purbaya bersiap berangkat dari Surabaya Gubeng. Foto : Bpk. Mohamad Lutfi Tjahjadi

Purbaya kembali dihela BB301 mulai sekitar 1995. Uniknya,masinis DAOP V yang berdinas Purbaya terkadang tidak memiliki brevet BB 301, sehingga selalu membawa buku manual BB 301 sebagai bentuk antisipasi jika lok mengalami gangguan.

Stamformasi Purbaya pada GAPEKA 1996 :

KA 300 Purbaya (PWT-SB)
KA 301 Purbaya (SB-PWT)
SF : BB301 + 5 K3 + KP3 + KM/P3 (2 set, 2 K3 CP-KYA)

Pada hari Selasa, 15 Oktober 1996, pukul 13.20, KA 301 Purbaya ditabrak bus Kerjasama dengan nopol AD 2552 CF di JPL 91 Grompol, petak Masaran-Kemiri. Akibat kejadian, 12 orang penumpang bus meninggal dunia, 6 orang penumpang bus luka berat, dan 5 orang penumpang bus luka ringan.

Stamformasi KA 301 : BB30401 – KM3-86506 – KP3-66516 – K3-65418 – K3-66740 – K3-66719 – K3-65463 – K3-66722
Lok penolong : BB20002 dari Solo Balapan

Sayangnya, di era 1990an-2000an, Purbaya dikenal sebagai KA yang lambat dan mogokan. Purbaya sering mogok dijalan. Hal ini diperparah dengan Purbaya yang sering berhenti, entah untuk silang atau menaikkan penumpang. Hal ini membuat waktu tempuh Purbaya menjadi molor, meski ditopang oleh tarif yang murah. Purbaya semakin terjepit saat PERUMKA meluncurkan Logawa pada 21 April 1999. Logawa sendiri merupakan KA Ekonomi Plus yang juga membawa kereta kelas Bisnis. Meski harga tiketnya lebih mahal dari Purbaya, Logawa memiliki waktu tempuh yang lebih cepat.

​Pada tahun 2002, Purbaya akhirnya dihapus, digulung oleh kebijakan Rasionalisasi KA yang diluncurkan PT KA. Tamat sudah riwayat Purbaya, kembali mati.

Dobel traksi KA Purbaya memasuki Purwosari. Lok di depan kemungkinan akan dikembalikan ke Sidotopo setelah menjalani perawatan di Balai Yasa Yogyakarta. Foto : Alm. M.V.A Krishnamurti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Tidak Diperbolehkan Menyalin Isi Laman Ini