Menu Tutup

Kecelakaan Kereta Api di Trowek, 1959

CL-5037 terbalik dan hancur, sementara CL-8515 di belakangnya anjlok. Foto koleksi Bpk. Eddy Mardijanto

Pada Kamis, 28 Mei 1959, potongan rangkaian KA 31 Tjepat (Banjar-Bandung) anjlok dan terguling di km 242+5/6 petak jalan Trowek-Cipeundeuy. Kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 07.30 ini memakan 185 orang korban jiwa dan 200 orang lainnya luka-luka.

Kronologi :
– Rangkaian KA 31 Tjepat (Banjar-Bandung) dengan masinis Soekardi mengalami gangguan lokomotif. CC200 21 yang menghela KA 31 tidak dapat melanjutkan perjalanan karena mengalami gangguan tenaga lemah/loss power. KA 31 terdiri dari CC200 21 yang mendorong 5 gerbong “dekking” dan 1 gerbong pengawal, serta menarik kereta bagasi DL-7037, kereta kelas 2 BL-5016, kereta kelas 3 CL-5037, CL-8515, dan CL-8534.

DL-7037, BL-5016, dan CL-5037 merupakan kereta dengan dinding kereta terbuat dari kayu, sementara CL-8515 dan CL-8534 menggunakan dinding baja. Penempatan gerbong dekking dan gerbong pengawal didasari atas rawannya jalur Ciawi-Cicalengka, dimana pemberontak DI-TII sering melakukan sabotase maupun penembakan terhadap KA yang menimbulkan korban, baik korban jiwa maupun korban material.

– Masinis dan Kondektur Pemimpin KA 31 kemudian memutuskan untuk meminta lok penolong, lalu mengirim telegram melalui telpon ladang.

– Permintaan direspon oleh Kepala Stasiun Cipeundeuy. Pada saat itu, di Cipeundeuy terdapat rangkaian KA 324 yang dihela D52034 dengan masinis Tjarmo.

– D52032 dari KA 324 kemudian diberangkatkan ke lokasi dengan menggandeng satu gerbong dekking.

– Karena rangkaian KA 31 dan CC20021 yang menghelanya terlalu berat untuk ditarik satu D52, diputuskan sebagian rangkaian akan ditinggal di lokasi, untuk dijemput kembali nantinya.

–  Yang terjadi selanjutnya memiliki dua versi

A. Setelah sebagian rangkaian dilepas, tanpa berkoordinasi dengan masinis D52034, Kondektur KA 31 meniup peluit panjang sebagai tanda semboyan 41 (KA berangkat). Oleh masinis D52, suara peluit panjang ditafsirkan sebagai semboyan 46 (gerak maju pada langsiran). Karenanya, D52034 bergerak mendorong rangkaian ke arah Trowek. Dorongan dari D52034 membuat potongan rangkaian terdorong, lalu meluncur turun ke arah Trowek karena KA 31 berhenti di tengah tanjakan dengan kelandaian yang cukup besar  (Keterangan dari Bpk. Daryo Wihardja).

B. Dari kutipan berita harian HR edisi 9 Juni 1959, seseorang tak dikenal tiba-tiba melepas sambungan antara DL-7037 dengan BL-5016. Karena empat kereta di belakang DL-7037 tidak direm parkir dengan baik, rangkaian ini mulai meluncur turun ke arah Trowek.

– Potongan rangkaian KA 31 mengalami larat, meluncur tidak terkendali ke arah Trowek. Rangkaian akhirnya anjlok. CL-5037 yang berdinding kayu terbalik dan hancur, sementara BL-5016 anjlok menghantam sisi pinggir rel yang menyebabkan dindingnya sobek. CL-8015 dan CL-8534 anjlok dan rusak.

 

Puing-puing BL-5016 yang hancur karena terseret di tebing di sisi rel. Foto koleksi Bpk. Eddy Mardijanto
CL-5017 yang terbalik dan CL-8515 yang anjlok. Foto koleksi Bpk. Eddy Mardijanto

Kedua masinis yang bertugas disidang di Tasikmalaya. Menurut penuturan Bpk. Daryo Wihardja, seorang pensiunan, kedua masinis tadi dibebaskan. Sebagai respon dari kejadian ini, Kepala Eksplotasi Barat Ir. The Lian Thong mengeluarkan instruksi yang melarang rangkaian ditinggalkan pada tanjakan dengan kemiringan lebih dari 5 permil. Apabila dalam keadaan terpaksa, rangkaian harus dimundurkan ke stasiun terdekat atau ke tempat yang datar. Setelah itu baru rangkaian ditinggal dengan kondisi rem diikat sekuat-kuatnya.

Kecelakaan ini sempat menyedot perhatian publik karena menjadi kecelakaan dengan korban jiwa paling banyak. Menteri Perhubungan Ir. Soekardan kemudian dipanggil oleh DPR-RI untuk “memberikan keterangan” terkait dengan kecelakaan ini. Pada acara dengar pendapat ini, para anggota DPR memberikan sumbangan masing-masing Rp.50 untuk para korban.

Sumber :

– Mingguan Star Weekly No. 701 Tahun XIV, 6 Juni 1959
– Potongan berita harian HR, diposting oleh akun Facebook Perpustakaan Nasional RI pada 24 Juni 2021 (Dapat diakses Disini)

– Potongan berita Harian Umum, diposting oleh akun Facebook Perpustakaan Nasional RI pada 19 Desember 2019 (dapat diakses melalui https://www.facebook.com/ayokeperpusnas/posts/3561997733840588 )

– Wawancara dengan Bpk. Daryo Wihardja

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!