Menu Tutup

Ketika Bung Besar Menjadi Masinis

Minggu pagi, 22 November 1953, sebuah CC200 dikeluarkan dari Balai Yasa Manggarai. Di dalam kabin, Kurdi Wangsa bertugas sebagai Masinis, Lili bertugas sebagai Juru Api, dan Djoko Soejoto bertugas sebagai penanggung jawab perjalanan. Lok lalu digandengkan ke rangkaian Kereta Kelas 2 yang masih baru, yang terparkir di emplasemen Stasiun Manggarai. Rangkaian ini kemudian berangkat menuju Gambir.

CC200 03 di Gambir. Diambil dari buletin Nasional koleksi Yoga Bagus Prayogo Cokro Prawiro

Di Gambir, sebuah resepsi dilangsungkan, dihadiri oleh pejabat-pejabat Departemen Perhubungan, Departemen Keuangan dan Ekonomi, DKA, para pengusaha, serta wartawan. Menteri Perhubungan Ir. Rooseno dan Wakil Menteri Pertama Mr. Wongsonegoro juga hadir dalam acara ini. Para undangan kemudian menaiki rangkaian yang ditarik CC200 ini. Pukul 10.40, rangkaian diberangkatkan ke Bogor sebagai KLB 8020, dengan masinis Kurdi Wangsa.

Tiba di Bogor, para tamu undangan kemudian menuju Istana Bogor. Tamu Undangan disambut oleh Presiden Soekarno dan Ibu Negara Fatmawati. Jamuan makan siang kemudian dihelat di Istana Negara. Setelah makan siang, rombongan kembali ke Stasiun Bogor bersama Presiden, Ibu Negara, dan Guntur Soekarnoputra. Di Stasiun, rangkaian telah ditambahkan sebuah kereta inspeksi yang biasa digunakan oleh Presiden Soekarno. Namun, Presiden malah menuju ke lokomotif bersama Ir. Rooseno dan Guntur. Mereka melihat-lihat lokomotif baru ini dari dekat, kemudian naik ke kabinnya.

Tepat pukul 14.00, rangkaian diberangkatkan ke Gambir sebagai KLB 8019. Yang istimewa, Bung Karno sendiri yang menjadi masinis, sementara Ir. Rooseno menjadi Juru Api. Ketiga awak DKA yang berada di lokomotif bertugas membimbing dan mengawasi Bung Karno dalam mengendalikan laju lokomotif.

Presiden Soekarno menaiki kabin CC200. Diambil dari koran Java Bode, Senin 23 November 1953

KLB 8019 berhenti luar biasa di Depok atas permintaan Bung Karno. KLB ini langsung dikerumuni oleh rakyat. Bung Karno kemudian turun dari kabin lokomotif, dan kemudian beramah-tamah selama beberapa saat dengan rakyat yang berkumpul. Presiden kemudian menaiki Kereta Inspeksi yang dirangkaikan ke KLB 8019. Sebelumnya, Bung Karno menandatangani form “Berhenti Luar Biasa” sebagai Masinis, sementara Ir. Rooseno menandatangani form ini sebagai Juru Api. KLB 8019 kemudian melanjutkan perjalanan ke Gambir dengan masinis Lili. KLB 8019 tiba di Gambir sekitar pukul 15 siang.

Sumber :
-Het Nieuwsblad voor Sumatra, Selasa, 24 November 1953
-Java Bode, Senin, 23 November 1953
-Nieuwsgier, Senin 23 November 1953

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!