Menu Tutup

Sindoro-Muria, Dua Bersaudara dari Semarang

Sebenarnya, nama yang disiapkan untuk KA Argo relasi Jakarta-Semarang adalah Argodieng, bukan Argomuria. Nama Argodieng sudah disiapkan Perumka sejak pertengahan 1997. Sesuai rencana, Argodieng akan diluncurkan pada Desember 1997. Namun, nama Argodieng akhirnya diganti menjadi Argomuria.

CC201 126R dengan rangkaian Argo Muria. Foto : Bpk. Happy Muhardi

Argomuria I
Argomuria I diluncurkan pada 22 Desember 1997. Peluncuran dilakukan di Gambir pada sore hari oleh Ibu Diet Haryanto Danutirto, istri Menteri Perhubungan Haryanto Danutirto. Keesokan harinya, 23 Desember 1997, upacara peluncuran kembali dilakukan, kali ini pada pagi hari di Semarang Tawang. Peluncuran di Semarang Tawang dihadiri oleh Dirut Perumka, Ir. Soemino Eko S., Wagub Jawa Tengah, Susmono Martosiswojo, dan Wali Kota Semarang, Sutrisno Suharto. Wagub Jawa Tengah sendiri secara seremonial memberangkatkan Argomuria I. Awalnya, Argomuria I menggunakan rangkaian yang sama dengan Argobromo Anggrek (K1-979XX). Namun, pada tahun 1998, rangkaian ini diganti dengan rangkaian hasil rehab dari kereta buatan 1965 (K1-658XXR).

Rangkaian K1-658XXR milik Argomuria. Foto : Loko Isar Yoko

Argomuria I berangkat pagi dari Tawang, dan kembali ke Tawang pada sore hari. Argomuria I menempuh Semarang-Jakarta selama kurang lebih 5 jam 30 menit, dengan perhentian hanya di Tegal dan Pekalongan.

Muria I sempat berhenti beroperasi pada 20-26 Mei 1998 akibat okupansi yang rendah. Selain Muria I, beberapa KA Lain juga sempat dihentikan operasinya pada kurun waktu tersebut. Situasi keamanan yang tidak menentu di Jakarta mempengaruhi okupansi, yang membuat beberapa KA harus dihentikan operasionalnya untuk sementara. Setelah kondisi keamanan mulai membaik, KA kembali dijalankan.

​Muria I mendapat rangkaian baru pada tahun 2002 (K1-025/8XX). Rangkaian baru milik Muria I dibuat oleh INKA. Sebagai akibatnya, rangkaian K1-658XXR dipindah ke Bandung untuk menambah frekuensi/stamformasi Argogede. Pada 17 Mei 2007, nama Argomuria I diganti. Nama penggantinya adalah Argo Sindoro. Masih belum diketahui apa alasan pergantian nama ini. Saat berganti nama, Sindoro mendapat rangkaian K1-20019XX ex Argolawu. Rangkaian ini ditukar dengan beberapa K1 milik Sindoro/Muria. Rangkaian berbogie K9 ini termasuk “bermasalah” selama digunakan oleh Argolawu karena beberapa kali anjlok akibat tidak cocok dengan kondisi lintas yang dilalui Argolawu.

Argo Sindoro, Jatinegara. Foto : Indra Hardi Saputro

Penggunaan rangkaian berbogie K9 hanya bertahan hingga 2010. Per Agustus 2010, rangkaian K9 milik Sindoro ditarik sebagai imbas anjlokan KA 3 Argobromo Anggrek di Manggarai pada 30 Juli 2010. Sindoro kemudian kembali menggunakan rangkaian K1 2002. Pada 2018 silam, Sindoro mendapat rangkaian baru berbody stainless steel. Namun, per tahun 2019, rangkaian stainless ini ditukar dengan rangkaian berbogie K9 ex Argobromo Anggrek. Rangkaian ex Argobromo Anggrek hanya bertahan hingga 2020 silam, saat rangkaian ini dikonservasi. Saat ini, Argo Sindoro menggunakan rangkaian K1 New Image 2016/2017.

 

Argomuria II
Argomuria II diluncurkan pada 20 Mei 2001. Argomuria II diluncurkan oleh Menteri Perhubungan Agum Gumelar berbarengan dengan peluncuran Argogede II dan Gumarang. Sama seperti Muria I, awalnya Muria II menggunakan rangkaian berbogie K9. Muria II berjalan dengan pola kebalikan dari Muria I, berangkat pagi dari Jakarta dan Sore dari Semarang. Pada tahun 2002, Muria II mendapat rangkaian K1 baru, sama seperti Muria I. Rangkaian berbogie K9 milik Muria II kemudian dipindah ke Solo, menjadi rangkaian Argolawu.

Rangkaian KA Argomuria II di Stasiun Gambir, 20 Mei 2001. Diambil dari harian Kompas, koleksi Bpk. Seto Indarto

Sebagai imbas hilangnya Argomuria I yang berganti nama menjadi Argo Sindoro, nama Argomuria II berganti menjadi hanya Argo Muria. Argo Muria mendapat rangkaian baru pada 2017 silam. Rangkaian ini diganti dengan rangkaian ex Argobromo Anggrek pada tahun 2019. Saat ini, Argo Muria menggunakan rangkaian K1 New Image 2016/2017.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Tidak Diperbolehkan Menyalin Isi Laman Ini