Menu Tutup

BB201, Kesebelasan Diesel Elektrik

BB201 07 di Solo Balapan. Foto : Alm. M.V.A Krishnamurti

BB201 hanya berjumlah 11 unit, seperti pemain sepak bola. Lok dengan kode pabrik G12 ini dibuat oleh pabrikan GM-EMD, didatangkan ke Indonesia pada 1964.

Fisik
BB201 tidak memiliki fisik yang jauh berbeda dengan BB200. Hanya ada sedikit perbedaan fisik diantara keduanya. Perbedaan pertama terletak di bagian muka, dimana BB200 memiliki dua pelat nomor di muka, sementara BB201 memiliki bagian yang rata. Perbedaan lain saat berlivery krem-hijau adalah BB201 tidak memiliki logo di muka, sementara BB200 diberi logo roda sayap. Logo di muka BB201 baru muncul sekitar 1988/89, dengan muka BB201 ditempeli stiker logo PJKA segilima biru.

Terlihat perbedaan mencolok pada bagian samping lampu utama. Selain itu, terlihat juga perbedaan lain BB200 dengan BB201, yaitu adanya tonjolan resistor dynamic brake. (BB201 09 : Foto milik Bpk. Mohamad Lutfi Tjahjadi)

BB201 memiliki panjang (dari ujung coupler) 14.025 mm, lebar 2718 mm, dan tinggi 3758 mm. Sama seperti BB200, BB201 menggunakan bogie tiga gandar, dengan gandar tengah adalah gandar idle. Formasi bogie A-1-A digunakan untuk menyebar berat BB201 agar dapat melalui rel-rel yang memiliki tekanan gandar yang rendah.​
Berat 
Siap : 78 ton
Kosong : 74 ton​Tekanan Gandar : 13 Ton

Kapasitas
Bahan bakar : 2840 liter
Pelumas : 625 liter
Air pendingin : 810 liter
​Pasir : 0,34 meter kubik

Mesin dan Performa
BB201 menggunakan mesin seri 567, sama seperti BB200. Bedanya, BB200 menggunakan mesin 8-567, sementara BB201 menggunakan mesin 12-567. Seri 567 merupakan mesin jenis dua langkah/dua tak. BB201 memiliki suara mesin sedikit lebih halus ketimbang BB200. Mesin 12-567 memiliki 12 silinder yang menghasilkan tenaga 1425 hp. Mesin 12-567 memiliki rpm idle 275 rpm, dan rpm maksimum 835 rpm. Mesin menggerakkan generator tipe GM D29 yang menghasilkan arus untuk menggerakkan 4 traksi motor jenis D29 yang tertanam di bogie. BB201 adalah lok pertama di Indonesia yang memiliki fitur rem dinamis dan kapabilitas multiple unit (MU).

BB201 memiliki kecepatan maksimal 120 km/jam, dan memiliki daya tarik yang cukup besar. Dalam kecepatan 40 km/jam pada rel dengan kelandaian 0 permil (datar), BB201 dapat menarik beban hingga 2483 ton.

Dinasan
BB201 awalnya ditempatkan di Dipo Bukitduri, Jakarta. BB201 memiliki kapasitas tangki bahan bakar lebih besar dari BB200, yang membuatnya secara teori mampu menjelajah lebih jauh dari BB200. BB201 diberi jatah dinasan Bima dari Jakarta hingga Yogyakarta. Dari Yogyakarta, Bima diambil alih oleh BB301 milik dipo Sidotopo. Selain Bima, BB201 juga dijatah dinasan Djaja, Senja Yogyakarta dan Senja Solo, lalu Gaya Baru Malam Selatan dikemudian hari. Pada dinasan Djaja, BB200 dan BB201 menarik rangkaian gabungan Djaja 2 dan Djaja 4 dari Jakarta hingga Cirebon. Di Cirebon, rangkaian dipisah. BB200 berdinas Djaja 2 menuju Surabaya Pasar Turi, sementara BB201 berbelok ke selatan, menuju Surabaya Kota dengan Djaja 4.

BB201 05 dengan KA Bima 2. Koleksi Bpk. Harriman Widiarto

BB201 05 sempat terlibat PLH di petak Paron-Kedunggalar pada 15 Mei 1973. BB201 05 menabrak D52 043 yang mogok saat berdinas KA 821 Campuran dari depan. BB201 05 sendiri sedang berdinas KA Bima 2, namun dilepas untuk menarik KA 821 yang lokomotifnya mogok di tengah lintas.

Selain dinasan KA Penumpang, BB201 juga digunakan untuk dinasan KA Barang, utamanya KA BBM tujuan Sukabumi dari Tanjungpriok. Namun, kiprah BB201 di jalur Bogor-Sukabumi harus berakhir sekitar 1973, setelah BB201 02 anjlok dan terguling saat berdinas KA BBM di daerah Batutulis. Posisi BB201 pada KA BBM Sukabumi digantikan BB303, dan BB201 tidak diperbolehkan melintasi jalur Bogor-Sukabumi lagi. BB201 02 kemudian dibawa ke Balai Yasa Yogyakarta untuk diperbaiki.

BB201 02 setelah PLH Batutulis di dipo Bukitduri. Koleksi Bpk. Harriman Widiarto

BB201 08 sempat digunakan untuk peresmian KA Sawunggalih dari Kutoarjo pada 31 Mei 1977. Pada 1980, kesebelas BB201 dipindah dari Bukitduri ke Yogyakarta. Di Yogyakarta, BB201 mulai banyak digunakan untuk dinasan KA Barang, utamanya KA Semen Karangtalun-Lempuyangan/Solo Balapan. BB201 hanya bertahan sekitar 4 tahun di Yogyakarta. Sekitar 1984, 11 unit BB201 dipindah ke Purwokerto. Dinasan BB201 di Purwokerto tidak banyak berubah, mayoritas KA Barang, ditambah KA Lokal Kroya-Banjar. BB201 mulai jarang berdinas ke utara, lebih banyak menghabiskan waktu dengan berdinas KA Barang antara Karangtalun-Lempuyangan/Solo Balapan/Sragen. Berbeda dengan BB200, BB201 tidak direpower pada era 1980an. Memasuki era 1990an, satu persatu BB201 mulai bertumbangan. BB201 yang tumbang paling awal adalah BB201 11 yang tumbang sekitar 1995/96.

BB201 dengan rangkaian KA Semen. Foto : Alm. M.V.A Krishnamurti

Memasuki tahun 2001, hanya tersisa 6 unit BB201. Jumlah ini kembali menyusut pada 2004, dengan hanya tersisa 4 unit. 4 unit terakhir yang dapat beroperasi adalah BB201 02, 03, 06, dan 10. Akhirnya, hanya tersisa 2 unit yang masih bisa beroperasi, BB201 03, dan 10. BB201 02 dan 06 terpaksa dimatikan untuk menunjang hidup BB201 03 dan 10, sebagai gudang sparepart. Dinasan terakhir bagi BB201 03 dan 10 adalah Feeder Logawa (Cilacap-Kroya) dan langsiran. BB201 03 dan 10 dipreservasi pada 2008, dicat kembali ke livery krem-hijau. BB201 10 dipindah ke Semarang Poncol, ditukar dengan CC204 11. BB201 10 berdinas langsir di Semarang Poncol dan Semarang Tawang, sebelum akhirnya mati. BB201 03 sendiri bertahan di Purwokerto, sebelum akhirnya dipinjam Balai Yasa Yogyakarta. Namun, BB201 03 sendiri akhirnya mati di Balai Yasa Yogyakarta.

Saat ini, tidak ada BB201 yang dapat beroperasi. Hanya tersisa 4 “jasad” BB201, yaitu BB201 01, 02, dan 03 di Balai Yasa Yogyakarta, serta BB201 10 di Dipo Semarang Poncol. BB201 03 sendiri dipindahkan ke BPTT Darman Prasetyo beberapa waktu lalu, setelah dicat ulang oleh Balai Yasa Yogyakarta.

BB201 03 dengan Feeder Logawa di stasiun Gumilir. Foto : Bpk. Widodo M.W Moedji

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!