Menu Tutup

Begasi Pos

Foto milik Werner – Hansjorg Brutzer diatas diambil di Gedebage, 30 September 1980, menunjukkan sebuah bagasi ex bagasi pos. Bagasi Pos merupakan bagasi angkatan 1950an, buatan Simmering-Graz-Pauker, Austria, yang dimodif untuk melayani angkutan pos, dan digandengkan dengan Gaya Baru Malam Utara.
Modifikasi yang dilakukan pada Bagasi Pos meliputi jendela tambahan di ujung-ujung body (jendela asli ada di tengah) dan jendela baru diatas jendela utama (jendela tengan). Selain itu, ada juga yang diberi tambahan lampu semboyan. Modifikasi DL-90XX menjadi PW-95XX dimulai pada tahun 1968 sebanyak 10 unit. Tahap pertama selesai pada Juni 1968 sebanyak 5 unit. Sisanya selesai dilakukan pada 30 September 1968. Biaya modifikasi per unitnya sebesar Rp. 500.000, ditanggung oleh PN Pos dan Giro. Dari 10 unit bagasi pos, hanya ada 3 unit bagasi pos yang terlacak, yakni PW-9501, PW-9502, dan PW-9510. Ketiganya berdinas di era 1960-1970an. Interiornya kemungkinan dilengkapi dengan ruang administrasi dan rak untuk menyusun surat/paket sesuai tujuan. Ketiganya menggunakan bogie K2/Pennsylvania.

​Dinasan Bagasi Pos dimulai pada 25 Juli 1968, dirangkaikan ke KA Gaya Baru Malam relasi Jakarta-Surabaya Pasar Turi. Per tanggal 12 Agustus 1968, Bagasi Pos dipindahkan ke KA Limex yang di kemudian hari berubah menjadi KA Mutiara Utara. Dinasan Bagasi Pos diubah kembali pada Oktober 1971, kembali dirangkaikan ke KA Gaya Baru Malam Utara. Namun, hal ini dirasa PN Pos dan Giro kurang tepat bagi kelancaran dinasannya. Hingga pada akhirnya, PN Pos dan Giro memutuskan untuk menghentikan operasional Bagasi Pos pada 1975, setelah permintaan agar Bagasi Pos dirangkaikan kembali ke KA Mutiara Utara selalu ditolak oleh PJKA.

Selepas dinasannya berakhir, ketiga bagasi pos memiliki nasib yang berbeda. Satu unit diubah menjadi bagasi angkutan kendaraan, dan dinomori B-54224. B-54224 menggunakan livery biru, dengan pintu samping dibuang. Bordesnya diganti pintu untuk keluar masuk kendaraan.

B-54224 yang mangkrak di Dipo Kereta Sidotopo. Foto : Yoga Bagus Prayogo

Dua sisanya digunakan sebagai bagasi biasa pada Kereta Lokal disekitar Bandung. Nasib kedua bagasi pos yang dimutasi ke Bandung tidak jelas, namun kemungkinan dirucat. Dengan asumsi kedua bagasi pos yang dimutasi ke Bandung tidak dirucat hingga 1980an akhir, maka kandidat bagasi pos menurut alokasi 1986 ada :
B-54202
B-54207
B-54210
B-54216

Bagasi dibelakang lok adalah Bagasi Pos. Kelanjutan dari foto pertama. Koleksi Werner Brutzer

Ex Bagasi Pos yang saat ini tersisa hanyalah B-54224 yang mangkrak di Dipo Sidotopo. Kondisinya sudah jelek, dengan bogie yang sudah tidak lengkap partsnya.

Sumber :
-Alokasi Kereta 1986, PJKA
-Buku Sejarah Pos dan Telekomunikasi di Indonesia – Volume 4-5, 1980
-Taman Kereta PJKA 1972

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Tidak Diperbolehkan Menyalin Isi Laman Ini