|

Gerbong Semen Made in Indonesia

Pada 1960, Pabrik Mesin Boma, Pabrik Mesin Indra, dan Pabrik Barata membuat 100 unit gerbong semen jenis TR untuk Djawatan Kereta Api. Boma membuat 50 unit, sementara sisa 50 lainnya dibuat oleh Indra dan Barata. Gerbong ini mengambil desain gerbong semen buatan Jepang yang didatangkan sebelumnya. Bedanya, gerbong buatan Indonesia ini memiliki desain handrail/pagar pengaman yang berbentuk kotak, berbeda dengan buatan Jepang yang handrailnya berbentuk lengkung. Ketiga pabrik ini sebelumnya sudah berpengalaman dalam merakit gerbong.

Pada gerbong TR ini, yang masih diimpor hanya roda, pegas, dan coupler saja. Sisanya, mulai dari rangka, dinding, atap, hingga aspot dibuat di Indonesia. Gerbong ini memiliki panjang 8200 mm (dari ujung coupler), lebar 2705 mm, dan tinggi 2970 mm. Gerbong ini memiliki kapasitas muatan 15 ton.

Saat ini, masih tersisa 1 unit TR buatan Indonesia ini, dalam kondisi mangkrak dan diunspoor di Emplasemen Stasiun Tegal. Sayangnya, gerbong ini berada di area tertutup sehingga tidak dapat disaksikan dari area stasiun.

Referensi dan Foto : Star Weekly No. 772, Tahun ke XV, 15 Oktober 1960

 

Similar Posts

  • |

    Toko Buku di atas Rel

    Kereta Penjualan Buku (JPL dan JPR) yang disewa Yayasan Pembangunan, diambil dari buku Sedjarah Kereta Api Negara di Indonesia, SS/VS-DKA karya R. Oerip Simeon Pada 1951, Jajasan (Yayasan) Pembangunan menyewa dua buah kereta milik DKA untuk dijadikan toko buku berjalan. Kereta pada foto utama difungsikan sebagai toko buku, sementara kereta di sisi kanannya difungsikan sebagai…

  • |

    Alokasi Lokomotif Uap D52

    Dua unit D52 di pelataran Dipo Cirebon. Koleksi Bpk. Harriman Widiarto D52 merupakan lokomotif uap dengan jumlah terbanyak di Indonesia. D52 ditempatkan di beberapa depo di Jawa, serta Sumatera Selatan. Berikut adalah daftar riwayat lokomotif D52 yang sempat dilacak oleh penulis. Data awalnya adalah alokasi yang ditulis oleh A.E Durrant dalam buku Lokomotip Uap, kemudian…

  • |

    Kuda Putih

    Saat diuji di Jerman. Foto koleksi mendiang Ray Gardiner Kuda Putih adalah julukan yang diberikan kepada KRDH seri 300. KRDH ini dibeli dari pabrikan Glossing und Schöler GmbH, Jerman pada 1962. Glossing und Schöler bertindak sebagai sub-kontraktor bagi Ferrostaal. Hanya 10 unit yang didatangkan, 3 unit berkode MADW (Kereta Kelas 1 dengan ruang bagasi), sisanya…

  • |

    Kisah Tragis B2504

    B25 04​, Ambarawa, 1950an. Foto : Ir. E. Krijthe dalam De ‘Bergkoningin’ en de spoorwegen in Nederlands-Indie 1862-1949 B25 04 adalah satu dari 5 unit B25 milik Dipo Ambarawa. Lok jenis B25 sendiri adalah lok yang didatangkan khusus oleh NIS untuk melayani jalur bergigi antara Jambu-Grabagmerbabu. Lok ini mulai berdinas pada 1906. Kisah tragis B25 04…

  • |

    Gerbong PUSRI

    Langsiran gerbong baru PUSRI di Tanjungpriok, 1977. Foto koleksi Bpk. Eddy Mardijanto PT. Pupuk Sriwidjaja (PUSRI) sempat memiliki ratusan aset berupa gerbong-gerbong tertutup berkapasitas muat 30 ton. Gerbong-gerbong ini didatangkan PUSRI untuk memenuhi kebutuhan angkutan pupuk yang mulai berkembang di era 70an akhir. PUSRI mendatangkan gerbong-gerbong miliknya dari beberapa pabrikan. Gerbong-gerbong bergandar 4 ini kemudian…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *