Menu Tutup

Gerbong Tertutup Gandar 4

KAI memiliki dua jenis gerbong tertutup/boxcar. Keduanya dibeli pada era PJKA dari dua pabrikan berbeda. Satu dibeli dari beberapa pabrikan Jepang, sementara satu lagi dibeli dari Arad Vagoane, Rumania.

Seri T51
GGW/GT seri T51 didatangkan PJKA pada 1977 sebanyak 40 unit dari beberapa Pabrikan Jepang, diantaranya Mitsubishi Heavy Industries dan Nippon Sharyo Seizo Keisha. GT seri ini memiliki bentuk fisik kotak dan dinding bergelombang.

T51 memiliki panjang body 13200 mm (dari ujung alat perangkai/coupler), lebar 2540,8 mm, dan tinggi 3321,6 mm. Untuk body (bagian yang dicat silver) memiliki tinggi 2321,6 mm. T51 memiliki berat kosong 14,8 ton, dan berat muat 30 ton. Seri T51 aslinya menggunakan bogie barber jenis NT-44.

T51 awalnya hanya digunakan oleh KA Semen Nusantara relasi Karangtalun-Yogyakarta/Solo. Namun, mulai sekitar 1994, beberapa unit dipindah ke Jakarta Gudang untuk dinasan KA Barang Cepat. Unit-unit ex Barang Cepat dikembalikan ke Maos selepas Barang Cepat dihapus pada 2012 silam. T51 bertahan dengan dinasan Semen Karangtalun hingga sekitar 2014, saat akhirnya digantikan oleh GD 42 ton. T51 sempat menganggur beberapa lama, sampai akhirnya digunakan untuk dinasan KA Pupuk pada 2016 silam. Kini, T51 dapat ditemukan di wilayah DAOP V/VI, berdinas KA Pupuk.

Selain Jawa, Sumatera Utara juga memiliki GGW seri T51. Tadinya, GGW ini digunakan untuk Angkutan Pupuk, namun akhirnya menganggur. Beberapa unit seri T51 dimodif untuk digunakan sebagai Gerbong Penolong, salah satunya Gerbong Penolong Dipo Lok Purwoketo.

Bogie NT-44

Seri T55
T55 didatangkan dari pabrik Arad Vagoane, Rumania, pada 1984 silam. Rencana dinas awal untuk seri T55 adalah KA Barang Cepat, namun, sesampainya di Indonesia, justru digunakan untuk KA Semen Nusantara.

Berbeda dengan T51, T55 berperawakan lebih kecil dan lebih ramping, namun lebih berat dari T51. Dinding sampingnya tidak dibuat bergelombang, dan atapnya melengkung. T55 memiliki panjang 13160 mm (dari ujungĀ coupler), lebar 2200 mm, dan tinggi 3295 mm (tinggi body minus frame 2295 mm). T55 memiliki berat kosong 15 ton, dan berat muat 30 ton. Seri T51 menggunakan bogie jenis Barber.

Pada 1990, T55 ditarik dari dinasan KA Semen Nusantara, dijadikan KA Barang Ekspres relasi Jakarta Gudang-Surabaya Pasar Turi. Selepas KA Barang Ekspres dihapus pada 1994, seri T51 digunakan untuk KA Barang Cepat. T55 dibuang dari dinasan Barang Cepat pada 2012, saat akhirnya Barang Cepat dihapus. Dipo seri T55 pun berpindah, dari Jakarta Gudang ke Maos. T55 bernasib sama seperti T51 di Maos, digunakan untuk Semen Holcim, menganggur, lalu digunakan untuk KA Pupuk.

Selain Jawa, Sumatera Selatan juga memiliki seri T55. Di Sumsel, T55 digunakan untuk dinasan KA Semen Baturaja dan KA Barang Cepat/KABAT. Kini, T55 di Sumsel sudah dipensiunkan. Hanya tersisa 1/2 unit saja yang masih digunakan untuk mengirim barang dinas. Sama seperti T51, beberapa unit T55 juga dimodif menjadi Gerbong Penolong, seperti milik Dipo Cilacap ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!