Menu Tutup

Kereta Inspeksi IW-7

Foto : Bpk. Laksmono R. Rahayu

IW-7 adalah kereta inspeksi milik KAI yang berada di DIVRE I Sumatera Utara. IW-7 kini berada dalam kondisi mangkrak di dalam Balai Yasa Pulubrayan. IW-7 terakhir kali digunakan sekitar 2008 silam.

Sisi lain. Foto : Bpk. Laksmono R. Rahayu
Nomor kereta. Foto : Bpk. Laksmono R. Rahayu

IW-7 tadinya adalah kereta inspeksi Kesultanan Deli yang dioperasikan oleh DSM (Deli Spoorweg Maatschappij). Kereta ini diberikan kepada Sultan Deli ke 10, Sultan Amaluddin Al Sani Perkasa Alamsyah pada 1931. Kereta ini menggantikan kereta lama milik Kesultanan Deli yang bergandar dua. Underframe kereta ini dibuat oleh J.J Beijnes, sementara bodynya dibuat oleh Werkplaats DSM Pulubrayan. Kereta ini diselesaikan DSM pada November 1930, dan diserahkan sekitar awal 1931. KAI sendiri menulis mulai dinas kereta ini 25 Januari 1932.

Balkon di sisi jauh foto pertama. Foto : Bpk. Laksmono R. Rahayu

Kereta ini memiliki panjang 15 meter, dengan wheelbase 10 meter. Lebar kereta ini sendiri kemungkinan 2,7 meter. Kereta ini terbagi menjadi kompartemen tidur, kamar mandi, toilet, dapur, dan ruang inspeksi/saloon beserta balkon.

Layout kereta. Diambil dari majalah Spoor en Tramwegen edisi 20 Januari 1931

Underframe atau rangka kereta dibuat dari baja, didatangkan dari pabrikan J. J. Beijnes, Belanda. Pengerjaan body kereta dilakukan di Werkplaats/Bengkel DSM Pulubrayan. Dinding kereta dibuat dari kayu jati, dengan tambahan kayu marbau di beberapa bagiannya.

Underframe. Diambil dari majalah Spoor en Tramwegen edisi 20 Januari 1931

Dinding kereta kemudian dicat dengan warna biru ultramarine dengan garis emas di bagian frame bawah jendela. Diantara atap dan langit-langit kereta dipasang lapisan insulasi dengan merk Celotex untuk mengurangi panas. Jendela dibuat tidak terlalu besar, dan dibuka dengan cara digeser ke atas.

Sisi luar kereta. Diambil dari majalah Spoor en Tramwegen edisi 20 Januari 1931

Panel interior dibuat dari kayu jati yang dipelitur, sementara lantai dibuat dari kayu marban. Langit-langit kereta dibuat dari lembaran besi yang dicat dengan warna gading. Kursi-kursi pada ruang saloon dibuat oleh perusahaan N. V. Allan en Co, Rotterdam. Kompartemen tidur dilengkapi dengan kasur lipat yang dilengkapi dengan bantal. Kasur lipat ini berfungsi ganda, sebagai kasur dan kursi/sofa. Bagian dapur dilengkapi dengan sebuah lemari es, kompor, dan lemari untuk menyimpan beragam alat makan. Toilet dan kamar mandi kereta ini dilengkapi dengan enamel eternit berwarna merah tua. Toiletnya sendiri dilengkapi dengan alat automatic flush. Di atas toilet, terdapat tangki air berkapasitas 700 liter untuk kebutuhan air kereta ini. Kereta ini menggunakan rem vakum, serta pencahayaan listrik dengan arus 32 volt. Suplai listrik didapatkan dari generator turbo di lokomotif. Sebagai cadangan, kereta ini juga membawa baterai 32 volt buatan NIFE. Kereta ini juga dilengkapi dengan 3 kipas angin elektrik.

Interior Saloon dan Balkon. Diambil dari majalah Spoor en Tramwegen edisi 20 Januari 1931
Kompartemen tidur. Diambil dari majalah Spoor en Tramwegen edisi 20 Januari 1931

Pada jendela ujung sisi kamar tidur, terdapat grafir lambang DSM. Sementara pada jendela di bagian balkon, terdapat grafir lambang Kesultanan Deli.

Grafir logo DSM dan lambang Kesultanan Deli. Foto : Bpk. Laksmono R. Rahayu (DSM), Bpk. Paulus Sony Gumilang (Kesultanan Deli)

Kereta inspeksi ini menggunakan bogie jenis Craddle (K3). Suspensi utamanya menggunakan pegas daun yang dikombinasikan dengan pegas ulir. Suspensi sekundernya menggunakan pegas daun tanpa peredam kejut. Tadinya, bogienya menggunakan plain bearing, namun kemudian diganti menjadi roller bearing. Untuk operasional, kecepatan kereta ini dibatasi maksimal 75 km/jam.

Foto : Bpk. Laksmono R. Rahayu

Kereta ini menjadi milik DKA seiring dengan nasionalisasi DSM. Kereta ini digunakan hingga sekitar 2008 silam, sebelum akhirnya dipensiunkan dan disimpan di Balai Yasa Pulubrayan.

Foto-foto koleksi Yoga Bagus Prayogo :

 

Referensi :

-Majalah Spoor en Tramwegen edisi 20 Januari 1931

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Tidak Diperbolehkan Menyalin Isi Laman Ini