Menu Tutup

Nama Kereta Pertama Setelah Merdeka

CC200 dengan sebuah KA Ekspres di petak Manggarai-Jatinegara, 1950an

Setelah DKA terbentuk pada 1950, tidak ada KA yang memiliki nama khusus. KA masih disebut sebagai Ekspres, Cepat, Kilat, Patas dan sebutan-sebutan umum lainnya. Baru pada 1961, untuk memudahkan masyarakat mengenal KA Unggulan/KA Bendera milik DKA, nama khusus disematkan pada beberapa KA. Penamaan ini berbeda dengan penamaan KA di era saat ini, dimana satu nama hanya digunakan oleh satu nomor KA, tidak seperti nama KA era saat ini yang digunakan oleh 2 nomor KA/perjalanan bolak-balik.

Nama-nama ini mulai digunakan sejak 6 Juli 1961, yakni :

Tarumanegara

Nama ini digunakan oleh KA 1 (Surabaya Pasarturi – Gambir). Nama ini diambil dari nama Kerajaan Tarumanegara di Jawa Barat.

Mantjanegara

Nama ini digunakan oleh KA 2 (Gambir – Surabayapasarturi). Nama ini secara kesejarahan merujuk pada nama wilayah kekuasaan Majapahit di luar Negara Agung/Trowulan. DKA mengartikan nama ini sebagai wilayah kekuasaan Majapahit yang membentang di Pesisir Utara Jawa dari Cirebon hingga Surabaya.

Parahijangan

Nama ini digunakan oleh KA 3 (Surabaya Kota – Bandung). Parahijangan merujuk pada daerah-daerah di Jawa Barat yang dikuasai oleh raja-raja dengan gelar Hyang/Hijang.

Madjapahit

Nama ini digunakan oleh KA 4 (Bandung – Surabaya Kota). Nama ini diambil dari Kerajaan Majapahit yang beribukota di Trowulan, Jawa Timur.

Sundakelapa

Nama ini digunakan oleh KA 5 (Kroya – Gambir), Nama ini merujuk ke pelabuhan milik Kerajaan Pajajaran yang namanya diubah menjadi Jayakarta setelah ditaklukan oleh Kerajaan Banten.

Singhasari

Nama ini digunakan oleh KA 6 (Cirebon – Surabaya Kota via Yogyakarta). Nama ini diambil dari Kerajaan Singhasari di Jawa Timur

Bintang Sendja

Nama ini digunakan oleh KA 7 Ekspres Malam (Surabaya Kota – Solo – Semarang – Jakarta). Nama ini bermakna jika KA ini berjalan dari timur ke barat, berlomba dengan tenggelamnya matahari, mengantarkan penumpang ke tujuannya pada waktu senja.

Bintang Fadjar

Nama ini digunakan oleh KA 8 Ekspres Malam (Jakarta – Semarang – Solo – Surabaya Kota). Nama ini bermakna jika KA ini berjalan dari barat ke timur, menyongsong terbitnya matahari. Bintang-bintang menghiasi perjalanan KA ini sepanjang malam, menemani tidur penumpang.

 

Beberapa nama di atas memiliki kesamaan dengan nama KA yang digunakan di kemudian hari. Namun, hal ini tidak menunjukkan kesamaan antara KA-KA tersebut. KA 5 dan KA 6 sendiri merupakan potongan dari KA 3 dan KA 2. Pola operasi KA-KA di atas memiliki keunikan karena berjalan dengan sistem gabungan/kombinir, dengan rincian :

KA 2 digabung dengan KA 6 dari Jakarta hingga Cirebon. Di Cirebon, rangkaian KA ini dipisah dengan KA 2 melanjutkan perjalanan menuju Semarang sementara KA 6 berbelok menuju Purwokerto.

KA 3 digabung dengan KA 5 dari Surabaya Kota hingga Kroya. Di Kroya, rangkaian KA ini dipisah. KA 3 berjalan menuju Bandung, sementara KA 6 berbelok menuju Purwokerto.

Adapun jadwal KA-KA di atas adalah sebagai berikut :

KA 2 Mantjanegara
Gambir-Surabaya Pasar Turi
Gambir 05.55
Cirebon 09.22, 09.40
Tegal 10.58
Pekalongan 12.02
Semarang Tawang 13.33, 13.43
Cepu 16.03
Surabaya Pasar Turi 18.20
KA 4 Madjapahit
Bandung 06.10
Cibatu 07.23
Tasikmalaya 08.42
Kroya 11.05
Kebumen 11.51
Yogyakarta 13.08, 13.23
Solo Balapan 14.13. 14.20
Madiun 15.40, 15.45
Kertosono 16.48
Surabaya Gubeng 18.07
Surabaya Kota 18.17
KA 6 Singhasari
Gambir 05.55
Cirebon 09.22, 09.32
Purwokerto 11.52, 11.57
Kroya 12.32
Yogyakarta 14.27, 14.37
Solo Balapan 15.27, 15.32
Madiun 16.52, 16.57
Kertosono 17.58
Surabaya Gubeng 19.16
Surabaya Kota 19.26
KA 8 Bintang Fadjar
Jakarta Kota 17.00
Cirebon 20.32, 20.42
Semarang Tawang 01.01, 01.11
Solo Jebres 03.17, 03.27
Madiun 04.50, 05.00
Surabaya Gubeng 07.05
Surabaya Kota 07.15
KA 1 Tarumanegara
Surabaya Pasar Turi-Gambir
Surabaya Pasar Turi 05.35
Cepu 07.52, 07.55
Semarang Tawang 10.19, 10.29
Pekalongan 12.04
Tegal 13.06
Cirebon 14.23, 14.31
​Jakarta Kota 17.57
KA 3 Parahijangan
Surabaya Kota 05.34
Surabaya Gubeng 05.44
Mojokerto 06.29
Kertosono 07.07
Madiun 08.05, 08.10
Solo Balapan 09.30, 09.35
Yogyakarta 10.25, 10.35
Kroya 12.40, 12.43
Tasikmalaya 15.09
Cibatu 16.26
Bandung 17.36
KA 5 Sundakelapa
Surabaya Kota 05.34
Surabaya Gubeng 05.44
Mojokerto 06.29

Kertosono 07.07
Madiun 08.05, 08.10
Solo Balapan 09.30, 09.35
Yogyakarta 10.25, 10.35
Kroya 12.40
Purwokerto 13.07, 13.12
Cirebon 15.27, 15.37
Jakarta Kota 19.10
KA 7 Bintang Sendja
Surabaya Kota 17.19
Surabaya Gubeng 17.29
Madiun 19.35, 19.45
Solo Jebres 21.01, 21.11
Semarang Tawang 23.17, 23.27
Cirebon 03.38, 03.48
Jakarta Kota 07.26

Referensi :

Buku Saku DKA – Penerbitan Djuli 1961, Koleksi Roda Sayap

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Tidak Diperbolehkan Menyalin Isi Laman Ini