Menu Tutup

Perhentian Jetis

Tampak dari arah rel. Foto : Benedictus N.K

Perhentian/Halte Jetis terletak di Desa Jetis, Kecamatan Karangrayung, Kabupaten Grobogan. Halte ini terletak pada kilometer 52+946 petak Telawa – Karangsono, lintas Brumbung – Solo Balapan. Perhentian ini memiliki kode/singkatan JIS dengan nomor register 3218. Perhentian ini terletak di ketinggian 60 mdpl.

Tampak Muka

Perhentian ini hanya memiliki satu jalur dengan peron yang terbuat dari batu yang disusun sepanjang kurang lebih 70 m. Perhentian ini unik karena menggunakan gaya arsitektur Jengki. Kemungkinan besar, Perhentian ini adalah struktur bangunan bergaya Jengki terkecil yang dibangun oleh DKA. Langgam/Gaya Arsitektur Jengki merupakan gaya arsitektur yang lazimnya digunakan oleh DKA Inspeksi 6 Yogyakarta dan Inspeksi 7 Semarang. Gaya Arsitektur ini memiliki ciri khas berupa atap limasan dengan pintu ruang tunggu berbentuk trapesium. Gaya arsitektur ini digunakan oleh beberapa Stasiun, contohnya Stasiun Sentolo. Pada Perhentian Jetis, tidak terdapat ventilasi berbentuk bundar sebagaimana lazimnya stasiun bergaya Jengki.

Perhentian ini kemungkinan besar awalnya memiliki 2 jalur, mengingat posisi bangunan yang cukup menjorok dari rel. Perhentian ini hanya memiliki satu ruangan yang digunakan oleh petugas loket dan ruang tunggu kecil. Tidak terdapat pintu di bagian belakang bangunan, sementara hanya ada satu jendela yang terletak di ruang petugas. Bangunan perhentian ini kondisinya sudah memprihatinkan dengan dinding bagian belakang sudah jebol. Gentengnya sudah terlepas di beberapa titik, demikian juga dengan plafonnya. Jendela dan pintu ruang petugas sudah lama raib.

Pemandangan ke arah Karangsono
Papan Nama
Jendela yang hilang dan atap yang sudah rusak
Bagian belakang bangunan. Nampak tembok bangunan jebol
Loket
Pintu ruang tunggu
Plafon sudah hilang dan genteng yang juga hilang

Perhentian ini kemungkinan dinonaktifkan di era 1990an atau 2000an awal. Setelahnya, perhentian ini terlantar dan mulai rusak. Besar harapan agar perhentian ini dapat dipreservasi, mengingat keunikan gaya arsitektur bangunannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Tidak Diperbolehkan Menyalin Isi Laman Ini