Menu Tutup

Tragedi Cirahayu, 1995

Foto : Anonim

Pada 24 Oktober 1995, PLB 8076 gabungan KA Galuh dan Kahuripan anjlok/terguling di kilometer 241+3/5, petak jalan Cipeundeuy-Cirahayu, dekat sinyal muka Cirahayu. Dua lokomotif dan sembilan kereta anjlok, 3 kereta diantaranya terperosok ke jurang. PLB 8016 anjlok akibat pengereman yang tidak berfungsi secara maksimal, membuat KA melaju tidak terkendali di rel yang menurun.

KA yang terlibat adalah PLB 8076, yang merupakan rangkaian gabungan KA 106 Galuh (Jakarta-Banjar) dan PLB 8076 Kahuripan. Kedua KA digabungkan di Cibatu, kemungkinan besar untuk meminimalisir keterlambatan serta karena lokomotif KA Kahuripan hanya berjalan dengan 5 TM (Traksi Motor). Pada era 1990an, di wilayah timur DAOP II berlaku petak jalan malam akibat beberapa stasiun tutup dinasan. Petak jalan malam yang berlaku di sekitar Cirahayu adalah Cicalengka-Cibatu, Cibatu-Cipeundeuy, dan Cipeundeuy-Ciawi.

Rangkaian yang terguling. Foto : Anonim

Stamformasi rangkaian :
KA 106 Galuh
CC201 75
K3-66705
K3-66702
K3-66703
KMP3-65605
K3-66536
K3-66717

PLB 8076 Kahuripan
CC201 05
K3-66545
K3-81701
K3-64541
KMP3-80501
K3-93505
K3-93519
KP3-66502

Kronologi kejadian, diambil dari dokumen PERUMKA :
23 Oktober 1995
20.40
KA 106 Galuh datang di Stasiun Bandung.

21.12
KA 106 Galuh berangkat Bandung.

21.37
PLB 8076 Kahuripan berangkat Bandung. Lok hanya berjalan 5 TM.

22.35
KA 106 Galuh tiba di Cibatu. KA 106 dimasukkan ke sepur II. Lok dilepas, kemudian dilangsir ke sepur I.

22.58
PLB 8076 tiba di Cibatu. Rangkaian PLB 8076 dimasukkan ke sepur III, kemudian dilangsir maju dan dimundurkan ke sepur II, digabungkan dengan rangkaian KA 106. KA 106 kemudian dibatalkan hanya CB-BJR. Posisi rangkaian PLB 8076 ada di depan, di belakangnya rangkaian KA 106.

Lok ex KA 106 kemudian digandengkan ke rangkaian PLB 8076. Rangkaian Gabungan ini berjalan dengan nomor PLB 8076, sebagai akibat KA 106 dibatalkan. Dalam percobaan pengereman, ditemukan gangguan berupa rem rangkaian ex KA 106 macet. Close klep kemudian ditarik dan tidak dilakukan percobaan rem ulang.

23.38
PLB 8076 berangkat Cibatu setelah bersilang dengan KA 121.

24 Oktober 1995
00.03
PLB 8076 melintas langsung Cipeundeuy. Saat melintas langsung, kecepatan KA sekitar 40 km/jam. Throttle kemudian diposisikan ke netral.

Saat menurun menuju Cirahayu, ternyata daya perlambatan KA tidak maksimal, bahkan menjadi 0 atau KA tidak melambat sama sekali. Rem sudah diaplikasikan, namun kecepatan KA justru semakin bertambah. Kecepatan KA terus bertambah, dan masih dapat ditolerir lengkung-lengkung di petak Cipeundeuy-Cirahayu. KA akhirnya anjlok di km 241, dalam kecepatan sekitar 86 km/jam.

00.10 – 00.14
PK/OC BD dua kali memanggil CC201 05 dan satu kali memanggil CC201 75R, namun tidak dijawab dan akhirnya ditandai NA/No Answer.

00.55
Stasiun Cirahayu melaporkan jika PLB 8076 anjlok dan terguling di km 241. Waktu kejadian diperkirakan pukul 00.10

Dua lokomotif, sembilan kereta anjlok/terguling. Sisanya masih berdiri di atas rel.

Anjlok/Terguling :
CC201 75R
CC201 05
K3-66545
K3-81701
K3-64541
KMP3-80501
K3-93505
K3-93519
KP3-66502
K3-66705
K3-66702

Dirucat setelah PLH :
KMP3-80501
K3-81701
K3-93519

​Masinis dan Asisten Masinis kedua KA berusaha keras menghentikan KA, namun usahanya tidak berhasil. PLB 8076 akhirnya anjlok. CC201 75R anjlok dan menghantam sisi tebing. CC201 05 terbalik, menabrak ujung belakang CC201 75R dan naik ke sisi tebing. Satu K3 ikut naik di belakang CC201 05. CC201 05 hancur tidak berbentuk. KMP3-80501 dan satu K3 terjatuh ke jurang di kanan rangkaian, sementara satu K3 jatuh ke sisi kiri.

KA tidak berhenti di Cipeundeuy untuk melakukan pengecekan rem sebagai akibat dari membandelnya pedagang asongan di Cipeundeuy. Pengecekan pengereman sendiri penting untuk dilakukan. Cipeundeuy adalah titik tertinggi di lintas Cibatu-Ciawi. Baik ke arah Cibatu maupun ke arah Ciawi adalah turunan dengan gradien maksimal 25 permil (elevasi turun 25 meter setiap 1000 meter). Setelah PLH ini, KA kembali diwajibkan untuk melakukan cek rem di Cipeundeuy. Kejadian ini membuat 14 orang meninggal dunia dan 71 lainnya luka berat. Beberapa perjalanan KA dialihkan melalui lintas Kroya-Cirebon-Cikampek-Bandung, sementara KA Cisadane (Bandung-Madiun) dibatalkan.

Klipping Humas PERUMKA, discan oleh Bima Budi Satria :

CC201 05 dan 75 kemudian ditarik ke Balai Yasa Yogyakarta untuk perbaikan. CC201 75 masuk Balai Yasa Yogyakarta pada 7 November 1995, sementara CC201 05 masuk pada 8 November 1995. Perbaikan CC201 75 selesai pada 9 Februari 1996, sementara perbaikan CC201 05 selesai pada 26 Februari 1996.

Foto Balai Yasa Yogyakarta, discan oleh Bima Budi Satria :

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!