Menu Tutup

Modifikasi ex KRL ESS menjadi KRD

KRD hasil rehab dari KRL, Purwodadi, tahun tidak diketahui. Koleksi Yoga Bagus Prayogo

Sebelum marak konversi KRL Holec menjadi KRDE tahun 2005, terdapat dua buah ex KRL ESS (Elektrische Staatsspoorwegen) yang diubah menjadi KRD pada awal 1970an. Keduanya juga diubah menjadi KRDE.

Foto di atas menujukkan sebuah KRD hasil rehab dari KRL yang sedang menjalani uji jalan dari Semarang Poncol menuju Purwodadi. Unit pada foto di atas dinomori MCW-104. Unit ini berasal dari unit KRL dengan nomor asli MABW-104. Unit ini memiliki berat 20 ton. Menurut Bpk. Daryo Wihardja, seorang pensiunan, unit ini aslinya dirombak sebagai mesin las rel atas perintah Kepala Traksi EBT (Eksplotasi Barat), alm. Bpk. Sumardi. Kecepatan operasionalnya rendah (20-30 km/jam). Menurut Bpk. Daryo, unit ini membutuhkan waktu 5 menit untuk mencapai kecepatan 30 km/jam. Rehab dilakukan di Dipo Bukitduri. Unit ini menggunakan mesin Detroit/GM 8V71 dengan daya 60 pk. Saat alm. Bpk. Sumardi naik pangkat menjadi Kepala Eksplotasi Tengah, beliau memerintahkan “mainannya” untuk dipindah ke Semarang Poncol. Di Semarang Poncol, unit ini diperbaiki, dan sepertinya diproyeksikan untuk dinasan KA Lokal mengingat kode keretanya yang MCW (Kereta Motor Kelas 3). Sayangnya, mesin Detroitnya terhitung “rewelan”. Unit ini mampu mengangkut hingga 100 orang penumpang.

Unit kedua kemungkinan juga dimodifikasi di Dipo Bukitduri, namun dikirim ke Balai Yasa Yogyakarta untuk dimodifikasi ulang. Mesinnya menggunakan merk Kromhout, jenis 12 T.V120, 12 silinder dengan keluaran daya 250 hp. Unit ini menggunakan dua buah TM dengan generator buatan Smit Slikkerveer, Belanda dengan seri SG 40/23. Unit ini diberi nomor MCW-200.001. Berbeda dengan unit satunya yang hanya mampu berjalan 20-30 km/jam, unit modifikasi BY YK ini mampu berjalan hingga 60 km/jam. Unit ini memiliki berat kosong 37800 kg dan berat siap 40000 kg. Tekanan gandarnya 9750 kg. Layout kereta ini cukup unik, mirip dengan unit motor KRDE/C-KRDE, separuh kereta untuk mesin, separuh lagi ruang penumpang. Ruang penumpang menggunakan kursi menyamping ala angkot, dengan satu kursi panjang di bagian tengah. Unit ini juga dikirim ke Semarang Poncol. Di Semarang, unit ini digunakan untuk melayani KA Lokal Semarang Poncol-Gambringan, yang terkadang digunakan juga untuk melayani KA Lokal Semarang Poncol-Cepu. Unit ini memiliki kelemahan pada sistem pengeremannya. V Belt kompressornya sering macet, yang membuat KRD ini loss power karena power contactornya aktif saat kompressor berhenti bekerja. Karenanya, saat berdinas, KRD ini ditambahi satu CR (Kereta Kelas 3 berbody kayu), dan 1 GR untuk membantu pengereman kereta. KRD ini hanya bertahan sekitar dua tahun, sebelum dikirim kembali ke Balai Yasa Yogyakarta.

Nasib kedua KRD “spesial” ini tidak jelas. Unit pertama kemungkinan dirucat di Semarang, sementara unit kedua kemungkinan dirucat di Balai Yasa Yogyakarta. Bangkai MCW-200.001 masih ada di Balai Yasa Yogyakarta pada 1988, setelahnya menghilang. Namun, kedua KRD ini membuktikan jika KRDE eksis pada 1970an, jauh sebelum KRDE ex KRL Holec pada tahun 2005 silam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!